sesterians.org
coming soon…
i can’t access my mysql thru phpmyadmin.. access denied? ?????
wrong passwd? maybe…
argh~!!
……….
………
……..
…….
……
…..
….
…
..
.
.
rupa2nya aku x run mysql server pn lagi… argh~!!! buang masa betul…
p/s: pilihlah yang terbaik…
salam
everyone is going back.. me?
hehe.. still got work to do.. ![]()
takpela.. lenkali leh balik..
plan for today?
hal2 bank dh settle, list facee dh submit, recruitment class dh pilih…
tdo? tak kot.. makan dulu..
after <24hrs, this site is up and running back..
not sure what’s wrong with the server..
still waiting for the report from the exabytes..
hurm…
p/s: sibuk sangat kot.. x per la.. bersangka baik
planner dh hantar…
nk kena buat: finalize nama, tukar akaun..

p/s: aku pn tak tau.. tny dia sendiri la ek..
salam~
just came back from teluk batik..
tired yang superb… tp x leh tdo lagi, jap lagi ad meeting.. tahan2, another 20mins..
p/s: senyap jer.. no reply at all.. naper neh~ adesss
salam~
sehari selepas exam :p
skrg 935AM, i’m sleepy.. ngantuk~!!
so nk tdo.. cam biasa, aku x pernah tau apa nk tulis kt blog..
blogging sekadar mengisi masa kosong
p/s: x per la kalau x dapat pn.. apa nk buat..
Aku Ingin Pulang
by Ebiet G Ade
Kemanapun aku pergi
Bayang – bayangmu mengejar
Bersembunyi dimanapun
S’lalu engkau temukan
Aku merasa letih dan ingin sendiri
Ku tanya pada siapa
Tak ada yang menjawab
Sebab s’mua peristiwa
Hanya di rongga dada
Pergulatan yang panjang dalam kesunyian
Aku mencari jawaban di laut
Kuseret langkah menyusuri pantai
Aku merasa mendengar suara
Menutupi jalan
Menghentikan petualangan
Du… du… du…
Kemanapun aku pergi
Selalu ku bawa – bawa
Perasaan yang bersalah datang menghantuiku
Masih mungkinkah pintumu ku buka
Dengan kunci yang pernah kupatahkan
Lihatlah aku terkapar dan luka
Dengarkanlah jeritan dari dalam jiwa
Aku ingin pulang…
U… hu…
Aku harus pulang…
U… hu…
Aku ingin pulang…
U… hu…
Aku harus pulang…
U… hu…
Aku harus pulang…
p/s: lagu dalam iklan PETRONAS..
aku memang ingin pulang..
aku sedang ingin pulang..
aku ingin pulang…
lyrics from moroca dload mp3 here
analogue electronics 1
impro
map2
robocon
pc fair
mas
planner 2007
p/s: knp dia?
all the digital signals are totally distortttttttttttttttttt, messsssssssssssssssssss up with all kind of natural frequency generate by flora and fauna…
so that, it have to be replace with analogue one.
p/s: ma gallery is up n running. kena tweak sket lagi, baru suit ngan theme neh… ngaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
salam to all~
greeting~!!
hype~!!
lalalalla…
pagi yang best, pas solat subuh td.. study sket, surfing sket..
baca surat khbr sket.. and now i’m going to sleep
p/s: paper dsd petang smlm cukup menghorrorkan.. menantikan masa untuk tamat, bagaikan menunggu kucing bertanduk walaupun kucing x kan bertandung.. ya la kan, kucing mana ad tanduk.. ish2…
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab; “Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.” “Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata; “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”
Sang guru masih melanjutkan; “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?” Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”
Sang guru masih melanjutkan; “Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.”
source: mengapa marah?